Minggu, 09 Desember 2012
Kebiasaan yang Buruk bagi Kesehatan Mata
Anda bisa melihat keindahan dunia dengan mata. Karenanya, menjaga kondisi kesehatannya adalah sebuah kewajiban. Namun, banyak yang tidak tahu bagaimana cara menjaganya.
Penyebab kerusakan mata yang paling umum adalah terlalu lama menatap layar komputer hingga mengalami radang mata. Bisa juga masalah mata terjadi karena stres tinggi. Gejala saat mata mengalami gangguan bukan hanya penglihatan yang kabur. Tapi juga disertai sakit kepala yang tak tertahankan.
Agar Anda tak mengalami masalah mata serius, selalu jaga kesehatannya. Periksakan ke dokter secara teratur terutama bagi yang mengalami keluhan minus atau silinder. Lalu, segera hentikan lima kebiasaan buruk ini.
Sabtu, 08 Desember 2012
DPR Susun RUU Perlindungan Kesehatan untuk Balita Pecandu Rokok
Kementerian Kesehatan akan segera meratifikasi Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (Framework Convention on Tobacco Control/FCTC) dan mengesahkan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Pengendalian Dampak Produk Tembakau (RPP Tembakau). Menyusul langkah pemerintah tersebut, DPR akan menyusun RUU mengenai perlindungan kesehatan rakyat dari bahaya rokok.
“UUD 1945 menyatakan bahwa perlindungan terhadap rakyat itu adalah kewajiban dari seluruh warga negara. UU ini harus lahir karena judulnya UU Perlindungan Kesehatan Rakyat terhadap Bahaya Rokok,” ujar anggota Komisi IX DPR RI, Subagyo Partodiharjo dalam seminar ‘Pengendalian Konsumsi Rokok dan Hak Atas Kesehatan’ di Jakarta,baru-baru ini.
Jumat, 07 Desember 2012
Manfaat Kesehatan dari Sebuah Orgasme
Selain bercinta, orgasme juga membawa banyak manfaat kesehatan bagi tubuh. Simak ulasannya seperti yang dilansir dari Huffington Post berikut ini.
Melancarkan peredaran darah
Menurut Dr Jennifer Berman dari UCLA, orgasme meningkatkan sirkulasi, khususnya memompa darah ke bagian intim. Sehingga area vital Anda akan semakin sehat berkat orgasme.
Kamis, 06 Desember 2012
Australia Larang Logo dan Merek Rokok di Kemasan
Australia menjadi negara pertama di dunia yang mewajibkan kemasan polos untuk produk rokok. Sejak saat ini, semua logo dan warna perusahaan rokok dilarang ditampilkan dalam kemasan. Sebagai gantinya, dalam kemasan rokok hanya akan ada gambar menyeramkan dan pesan-pesan antirokok. Perusahaan rokok hanya mendapat tempat kecil di bagian bawah kemasan rokok untuk menuliskan nama dan variannya.
Tanya Plibersek, Menteri Kesehatan Australia menuturkan bahwa langkah ini akan memberikan industri yang sedang sekarat ini, sedikit napas terakhir. Aktivis anti rokok, Anne Jones juga mendukung langkah pemerintah ini. Menurutnya, kemasan polos akan menghilangkan ciri dan kepribadian dari rokok itu sendiri. Dengan begini, citra rokok sebagai produk yang glamor akan langsung menghilang.
Rabu, 05 Desember 2012
4 Destinasi Wisata Kesehatan di Indonesia
Hasil studi Klynfeld Pear Marwick Goerdeller International menunjukkan adanya peningkatan pengeluaran masyarakat untuk wisata kesehatan hingga angka 30 persen. Pada tahun 2010 lalu, pengeluaran masyarakat untuk wisata jenis ini tercatat sebesar US$ 78,5 miliar, dan pada tahun ini estimasinya meningkat menjadi US$100 miliar.
Merujuk akan angka ini, akhirnya pemerintah menetapkan empat daerah sebagai destinasi wisata kesehatan dengan mengembangkan pelayanan rumah sakit dan spa untuk kebugaran. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Mari Elka Pangestu mengatakan empat kota tersebut adalah Jakarta, Bali, Manado, dan Makassar.
Selasa, 04 Desember 2012
Wisata Kesehatan di Indonesia
Berwisata tidak hanya berarti mengunjungi tempat-tempat rekreasi keluarga. Mengunjungi rumah sakit berkualitas pun dapat menjadi pilihan yang tepat dalam berwisata. Negara-negara yang saat ini menjadi tempat favorit wisata kesehatan adalah Korea Selatan untuk operasi plastik, Thailand untuk kecantikan gigi, serta Tiongkok untuk cangkok organ.
Jumlah penduduk Indonesia yang tercatat melakukan perjalanan wisata kesehatan sebanyak 600 ribu jiwa setiap tahunnya. Selain itu juga, setengah dari pasien di Singapura adalah warga Indonesia.
Melakukan pengobatan di luar negeri tentu menghabiskan banyak biaya. Dengan semakin banyaknya penduduk Indonesia yang berada dalam kelas ekonomi atas, menyebabkan wisata jenis ini semakin banyak diminati. Tren berobat ke Negara lain kini sudah menjadi lifestyle di Indonesia, akibatnya, Indonesia kini kehilangan Rp 20 Triliun setiap tahunnya.
Senin, 03 Desember 2012
Langganan:
Postingan (Atom)






