Sabtu, 29 Desember 2012

Bahaya Perut Besar


Dalam Ilmu kodokteran ada sebuah penyakit yang dikenal dengan istilah Sindroma Metabolik, disebut juga sindrom-X atau prediabetes. Merupakan kumpulan gejala gangguan metabolisme yang meliputi obesitas sentral atau perut buncit, hipertensi, dislipidemi, dan  resistensi insulin. Bila anda mengalami ini, potensi Anda untuk mengalami komplikasi penyakit kardiovaskuler dan diabetes sangat tinggi.  Bila  anda sudah masuk pada tahap diabetes, risiko itu akan jauh lebih meningkat lagi.

Memastikan perut buncit dapat dilihat dari lingkaran perut Anda. Untuk ukuran lingkar pinggang orang barat biasanya laki-laki lebih dari 100 cm, sedang wanita lebih dari 80 cm. Untuk orang Indonesia harusnya lebih kecil lagi. Atau, kalau Anda ingin mengetahui ukuran perut Anda masih normal atau tidak, gampangya, Anda cukup berdiri di depan kaca, lalu dari arah samping. Coba Anda perhatikan, kalau perut Anda kelihatan jauh lebih menonjol daripada dada Anda, berarti ukuran perut Anda tidak normal lagi. Kemudian, kalau perut Anda seperti itu, dan 2 -3 gejala lain seperti trigliserida lebih dari 150 mg/dl, HDL kurang dari 40 mg/dl untuk Pria, 50 mg/dl untuk wanita, tekanan darah lebih atau sama dengan 130/85 mmHg, gula darah puasa lebih dari 110 mg/dl,  maka menurut WHO Anda sudah dapat dikatakan mengidap sindroma metabolik ini.


Berbahayanya penyakit ini, dapat dilihat  dari penelitian yang dilakukan pada 1.209 sampel yang diikuti selama 11 tahun lebih. Pada mereka yang memenuhi kriteria sindroma metabolik ini, mempunyai risiko kematian 3 sampai 5 kali lebih besar meninggal akibat penyakit jantung  dibandingkan dengan kelompok normal atau tidak menderita sindrom ini. Penderita ini juga mempunyai risiko sangat besar utnuk menderita diabetes mellitus. Banyak penelitian lain menunjukkan hasil yang serupa.

Karena itu, kasus sindroma metabolik ini sebenarnya sangat memprihatinkan. Di Amerika Serikat, 1 dari 5 orang dewasa menderita ini pada tahun 1994. Sekarang lebih dari 50 juta penduduk Amerika Serikta menderita sindroma ini.  Di Indonesia, pengalamaan klinis saya juga demikian, banyak sekali kasus perut buncit dengan bermacam gejala lain yang datang konsultasi. Di ruang rawat inap penyakit yang berkaitan dengan sindroma ini juga memenuhi sebagian besar ruangan. Karena demikian banyaknya kasus ini, perut buncit sebagai tanda awal yang dapat dilihat dengan mata, maka Anda tidak sulit  menemuinya, baik  di jalan, restoran bahkan di Senayan, atau dalam rumah Anda sendiri.

Selama ini, perut buncit masih dianggap hal-hal biasa saja, seperti tidak ada masalah. Bahkan, ada yang merasa bangga dengan perut yang besar itu, apalagi bagi pria.  Saya tidak tahu sebab pastinya, barangkali ini ada kaitannya dengan asumsi bahwa perut besar, buncit  itu ada hubungannya dengan kesejahteraan, kemapanan, kakayaan dan sebagainya.

Karena dianggap biasa-biasa saja, kesadaran untuk memeriksakan faktor risiko lain seperti kadar lipid darah, gula darah dan sebagainya sangat rendah. Karenanya, sebagian besar pasien baru konsultasi kalau sudah menderita bermacam komplikasi, seperti DM, hipertensi, gangguan jantung, stroke.

Selain itu, karena sindroma metabolik ini tidak muncul mendadak, tiba-tiba waktu bangun pagi ukuran celana Anda berubah dari  33 ke 38 misalnya, tekanan darah Anda melonjak naik. Dan saat hal ini terjadi, Anda pasti akan memeriksakan diri atau akan konsultasi. Tetapi, perut Anda membuncit  sedikit demi sedikit, Anda tidak menyadarinya, bahkan mungkin menikmati perut yang membesar itu, Anda merasa bangga, lebih percaya diri.

Tekanan darah Anda juga begitu, Anda tidak merasakan kenaikan sedikit demi sedikit itu, tidak merasakan gejala-gejalanya, Anda oke-oke saja. Kenaikan gula darah akibat resistensi insulin  juga demikian, gejalanya tidak khas, kecuali kalau Anda sudah masuk dalam tahap diabetes dengan gejalanya yang khas seperti banyak minum, banyak kencing, banyak makan. Kadar lipid darah yang tidak normal sama saja, juga tidak memberikan gejala yang spesifik, barangkali Anda hanya baru tahu waktu diperiksa di laboratorium. Maka, sindroma ini sering terlambat penanganannya dan biasanya sudah disertai komplikasi seperti DM, serangan jantung, stroke.

Karena sidroma metabolik ini  tidak memberikan gejala klinis yang khas. Maka, bila Anda mempunyai beberapa kumpulan tanda  di atas, Anda harus hati-hati. Beberapa penyakit seperti diabetes, jantung, stroke akan mengancam Anda. Pengalaman saya, perut buncit saja sudah merupakan peringatan dini bagi Anda. Jadi, Anda harus mengubah gaya hidup segera.

About Us :
Avasindo adalah weblog kesehatan yang juga mempromosikan metode pengobatan Avasin Al-Kay di Indonesia. Avasin Al-Kay sendiri adalah sebuah metode pengobatan alami yang dilakukan oleh para dokter professional. Hal ini dilakukan karena para penemu pengobatan Avasin Al-Kay tidak ingin pengobatan Avasin Al-Kay dipraktekan oleh pihak yang belum memahami dasar-dasar ilmu kedokteran.

Praktisi Avasin Al-Kay disebut juga sebagai Avasinolog. Untuk menjadi seorang Avasinolog, terlebih dahulu harus lulus pendidikan kedokteran dan memperoleh izin praktek dokter. Setelah itu, wajib mengikuti kursus keahlian selama setidaknya dua tahun.

About Avasin Al-Kay :
Avasin Al-Kay dikenal dunia sebagai Indonesian Acupunture. Sebuah metode pengobatan tanpa operasi. Terbukti dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, mulai dari autis, tumbuh kembang, kemandulan, kanker, stroke dan berbagai macam penyakit lain yang pada dasarnya sulit untuk disembuhkan.

Berikut ini alamat praktek Dokter Avasinolog yang berhasil Avasindo himpun.

Wilayah Bandung dan sekitarnya :

Dr. Adang Sudrajat MM. AV.
Jl. Venus Barat no.11A
Komp. Metro - Margahayu Raya
Bandung - 40286
No. Telpon : (022) 7561703

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar